RESENSI
Parasit Akidah
• Identitas Buku
~Judul buku : Parasit Akidah
~Pengarang : A.D. El. Marzdedeq
~Penerbit : Sygma Creative Media Corp
~Tahun terbit : 2014
~No ISBN : 978-979-055-499-3
~Cetakan ke : 3
~Jumlah halaman : xxii + 354 halaman
~Tebal buku : 15,5 x 23,5 cm
~Kualitas kertas : Bagus
~Ilustrasi cover : Judul dan gambar cover sesuai,karena gambarnya berupa corak warni warni yang menggambarkan arti dari sebuah parasit itu sendiri.
~Bahasa yang digunakan : mudah dimengerti setiap kalangan
~Ukuran huruf : cukup dan sesuai dengan semua kalangan para pembaca
~ Kelebihan : kualitas kertas bagus, ilustrasi cover dan judul buku sesuai, bahasa yang digunakan mudah dimengerti semua kalangan, dan ukuran huruf cukup dan sesuai dengan semua kalangan para pembaca.
~ Kekurangan : banyak menggunakan bahasa yang sulit dipahami dan alur bahasan lebih condong ke jaman dulu.
~ Isi buku : untuk lebih mengenali dan mendalami ajaran-ajaran non-muslim yang sedikit banyak telah mengotori kemurnian akidah dan ibadah umat Islam.
• Sinopsis
Buku ini membahas tentang perkembangan agama-agama kultur dan pengaruhnya terhadap Islam di Indonesia.
Agama di muka bumi ini, menurut asal pertumbuhannya terbagi dalam 2 rumpun yaitu :
1. Agama Wahyu( samawi ), yaitu agama yang turun dari Allah, disampaikan dengan Wahyu kepada RasulNya melalui Jibril untuk kesejahteraan manusia di dunia dan akherat. Agama ini ada yang tidak berlaku lagi dan sejak semula bersifat lokal, seperti agama yang diturunkan pada Bani Israil. Pada umumnya agama Wahyu ini sudah rusak karena ditumbuhi benalu, sehingga hilanglah pokok dan sebagian besar yang tertinggal hanyalah benalunya itu.
2. Agama Thabi'i ( Kultur, Budaya ), merupakan hasil budaya manusia, beribadah tetapi karena berbagai jalan penyimpangan, maka tumbuhlah suatu kepercayaan yang melahirkan suatu peribadahan sendiri dan dibukukan menjadi sebuah kitab pegangan yang berupa mitos, nasihat, sifat- sifat ketuhanan dan sebagainya.
Ahli sejarah perkembangan agama membagi agama kultur menjadi 3 tingkatan.
- Agama Primitif, yang lahir karena dorongan fitrah manusia sendiri, namun karena otaknya belum mampu untuk memecahkan persoalan aneh yang merangsang alam pikirannya, timbullah perwujudan angan-angan berupa mitos yang melahirkan ritus-ritus tertentu seperti animisme, dinamisme, totenisme.
- Agama Madya ( Pertengahan ), yang lahir dari perkembangan agama Primitif atau kemungkinan sebagian berasal dari Agam wahyu yang telah jauh menyimpang. Dan agama ini sudah mempunyai kitab pegangan dan ritus-ritus yang teratur.
- Agama Filsafat, yang lahir dari filsafat seseorang yang diagamakan dan menjurus pada mistik tetapi dengan membawakan dalih- dalih yang menyerupai ilmiah.
Islam melarang keras menyatukan ajaran yang hak dan yang bathil. Jadi, segala bid'ah yang berupa bid'ah dalam itikad dan perbuatan adalah:
- Merupakan sisa dari agama Thabi'i
- Merupakan sisa dari bid'ah agama samawi yang terdahulu
- Ciptaan baru, karena dianggap baik atau sengaja dimasukkan melalui hadist-hadist palsu
Dalam istilah, segala sisa- sisa yang berasal dari ajaran agama Thabi'i dan sisa- sisa dari bid'ah agama samawi yang terdahulu dinamakan
" Sunnah jahiliyyah."
Didalam buku ini juga banyak dibahas berbagai macam kepercayaan-kepercayaan, upacara pemujaan dan sesajen, upacara kematian, permainan wayang, sihir dan jampi-jampi, ajaran agama berbagai kultur dan masa Yahudi dan Nasrani serta pengaruhnya terhadap orang Islam yang tidak berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah sehingga adanya kepercayaan yang bercampur baur seperti adanya bid'ah , khurafat, takhayul.
Khurafat itu adalah menghubungkan suatu peristiwa yang terjadi dengan suatu perkara yang menutup akal.
Takhayul itu adalah kepercayaan pada sesuatu yang dianggap ada, tetapi itu sebenarnya hanya khayalan.
Contoh kepercayaan yang bercampur baur:
A. Rangkaian upacara kematian secara umum.
Upacara kematian pada masa Hindu dan Budha, di Asia Tenggara disesuaikan dengan agama Hindu atau Budha. Seribu hari kematian dibaurkan dalam upacara Syaraddha, pelepasan roh dari ikatan dunia.
Upacara kematian pada masa Islam, upacara kematian dan pesta arwah tetap dilakukan, tetapi disadur dengan warna Islam. Isi bacaannya digantikan tahlil, shalawat dan surat- surat pendek dari Al-Qur'an, pahala bacaannya itu dihadiahkan kepada arwah. Acara ditutup dengan makan- minum dan sebagian dibekalkan untuk lebai.
Di Jawa, bulan Syaban dinamakan bulan Rewah( Arwah ). Pada tanggal 15 Rewah, diadakan sedekah arwah dengan menyajikan makan- minum bagi arwah. Konon pada bulan tersebut, arwah yang tersiksa dalam neraka dilepaskan selama 15 hari dan mereka turun ke bumi. Pada tanggal 15 Rewah, mereka kembali lagi ke neraka ( kepercayaan Kejawen).
Sesungguhnya dalam Islam tidak ada upacara kematian hari ke 1, ke 3, ke 7, ke 9, ke 15, ke 40, ke 100, tidak ada haul, peringatan hari kematian dan tidak ada sudah arwah, upacara ini hanya merupakan sisa dari agama Yang. Dalam Islam mayat cukup seperti yang tercantum dalam Sunnah Rasulullah Saw yaitu memandikan, menshalatkan, mengkafani, menguburkan dan mendo'akan.
B. CSihir dan jampi
Upacara sihir dilakukan pawang sihir, seperti kuda lumping, main berang-berang, main kera, dan main harimau yang dianggap dapat mengalami roh binatang itu sehingga pemain kerasukan. Di kelenteng terdapat pula permainan berjalan dan berguling dalam api, berganti pakaian dengan tangan terikat dalam sangkar dan sebagainya. Upacara permainan berganti pakaian dalam sangkar itu terdapat pula di Cirebon dan sekitarnya, disebut sintren.
Pawang terkenal: pawang ular, pawang buaya, pawang harimau, dan sebagainya.
Dukun, disamping sebagai juru sihir, ia pun bertindak sebagai juru obat berjampi. Sedangkan tugas pendeta adalah memimpin kelenteng dan upacara keagamaan, walaupun ada kalanya ia merangkap sebagai dukun dan pawang.
Dukun bertugas menghalau hantu jahat, membuat penangkal, menemani si sakit, mengobati dengan sihir putih, melawan tenung dengan sihir hitam, dan menjadi perantara untuk dirasuki roh nenek moyang.
Pandangan Islam
1. Agama kultur itu bersifat panteisme dan syirik karena penuh khurafat dan takhayul.
2. Sisa atau benalunya yang masih melekat nempel yang harus segera dibuang jauh-jauh.
3. Kepercayaan pada penangkal, azimat, dan baya- baya termasuk syirik
Rasulullah Saw bersabda: " Sesungguhnya, jampi-jampi, jimat dan tiwalah( pelet ) adalah syirik."( HR AHMAD ).
4. Tentang dukun , Rasulullah Saw bersabda: " Siapa yang mendatangi peramal atau dukun lalu membenarkan ucapan peramal atau dukun, dia telah kafir terhadap yang diturunkan kepada Muhammad Saw." ( HR. ATH THABRANI )
5. Tentang wayang : dalam kebudayaan Islam tidak ada patung/ wayang, tidak ada cerita berbau dewa-dewa seperti dalam wayang. Kitab Mahabharata dan Ramayana bukan kitab Islam melainkan kitab Hindu.
6. Sebaiknya istilah shalat jangan diganti dengan sembahyang karena berarti menyembah kepada Yang
7. Wudlu jangan diganti menjadi mengambil air sembahyang.
8. Allah, Rab, dan Ilah jangan diganti menjadi Tuhan.
C. Ulang tahun, baik perorangan maupun perkawinan.
D. Upacara keluarga, tukar cincin, upacara perkawinan, meminta hujan, angka sial dan angka keramat
E. Tentang hari Valentine, merupakan pesta pembauran yakni pesta perayaan memperingati Pastor Valentine, pesta hari pengampunan dari Romawi pada tanggal 15 Februari dan pesta muda-mudi di Inggris.
Ada ungkapan ditengah masyarakat non muslim yang menanggapi realitas bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, " tidak mengapa kita minoritas, muslim yang mayoritas. Walaupun minoritas, toh adat istiadat, tradisi, kepercayaan, dan ritual kita telah merasuki praktek dan perilaku kaum muslimin," ujar mereka.
Sebuah pernyataan yang seyogyanya membuat kita miris dan sigap merenungi diri. Mengapa? Karena memang kenyataan membuktikan bahwa praktik-praktik ajaran agama dan kepercayaan kita sebagai muslim lebih banyak bercampur dengan kepercayaan dan ritual agama lain yang sedikit banyak telah mengotori kemurnian akidah dan ibadah Islam baik itu adanya bid'ah, khurafat dan takhayul. Maka dari itu berpegang teguh kepada Al- Qur'an dan Sunnah yang shahih supaya terhindar dari pengaruh sisa-sisa dari agama kultur lama.
Keeeereeennn...lanjutkan berkarya
BalasHapusAlhamdulillah walhamdulillah tsummalhamdulillah...
BalasHapusMohon bimbingan dan arahan nya Bu,,,🙏